Study Abroad Series: Beasiswa S2 dan S3 di Austria

Ini adalah bagian ketiga dari Study Abroad Series yang berisi tentang opsi beasiswa di austria

Waktu orang mulai kepikiran studi ke Austria, pertanyaan soal beasiswa hampir selalu muncul paling awal. Masuk akal sih. Tapi masalahnya, Austria itu bukan negara dengan satu skema besar yang bisa diringkas jadi satu tabel rapi. Kalau kita pakai logika “beasiswa” seperti yang biasa dipakai di negara lain, kita gampang salah baca situasi. Di Austria, pendanaan studi itu tersebar, kontekstual, dan sangat tergantung jenjang serta status kita di sana. Jadi sebelum mikir “apa saja beasiswanya”, ada baiknya paham dulu bentuk-bentuk jalur yang memang realistis.

Untuk jenjang S2, opsi yang paling konsisten dan paling sering dipakai mahasiswa internasional adalah Erasmus Mundus Joint Master (EMJM). Ini bukan beasiswa Austria secara nasional, tapi program Uni Eropa. Banyak program EMJM yang melibatkan universitas di Austria, entah sebagai host utama atau partner. Skemanya jelas. Temen-temen mendaftar ke satu program master yang sudah dirancang lintas negara, biasanya kuliah di dua atau tiga negara Eropa. Beasiswanya mencakup biaya kuliah, tunjangan hidup bulanan, dan bantuan perjalanan. Daftar lengkap programnya selalu diperbarui di situs resmi Erasmus Mundus:
https://erasmus-plus.ec.europa.eu/education/erasmus-mundus

Di luar Erasmus Mundus, Austria sebenarnya relatif murah untuk S2, terutama di universitas negeri. Karena itu, banyak universitas menyediakan bantuan finansial internal, seperti merit-based scholarship, need-based grant, atau pembebasan biaya kuliah. Tapi penting untuk realistis. Skema ini jarang dimaksudkan sebagai sumber pendanaan utama dari nol. Biasanya baru bisa diakses setelah temen-temen terdaftar sebagai mahasiswa, dan nominalnya lebih cocok sebagai penopang tambahan. Informasi seperti ini tidak terpusat, tapi tersebar di website universitas masing-masing, misalnya University of Vienna, TU Wien, atau BOKU.

Masuk ke jenjang S3, gambarannya berubah cukup drastis. Di sinilah banyak kebingungan muncul, karena istilah “beasiswa” sering dipakai untuk hal-hal yang secara sistem sebenarnya berbeda. Salah satu skema yang memang murni beasiswa adalah Ernst Mach Grant, yang dikelola oleh OeAD. Skema ini ditujukan untuk riset dan studi dengan durasi tertentu, termasuk PhD by research dan visiting PhD. Temen-temen mendapat tunjangan bulanan, tapi tidak berstatus sebagai pegawai. Biasanya ada batasan durasi, dan fokusnya jelas pada kegiatan akademik atau riset. Informasi resminya ada di situs OeAD.

Selain itu, ada juga skema bilateral seperti Indonesia - Austria Scholarship Programme (IASP). Ini program khusus hasil kerja sama pemerintah Indonesia dan Austria, dengan target peserta yang spesifik, yaitu dosen Indonesia. Skemanya relatif terstruktur, tapi tidak terbuka untuk semua orang. Jalur seperti ini penting disebut karena sering luput dari radar, padahal untuk kelompok yang tepat, ini bisa jadi opsi yang kuat. Skema beasiswa yang mirip dengan IASP adalah beasiswa BPI

Namun, kalau bicara realitas PhD di Austria hari ini, jalur yang paling umum justru bukan beasiswa, melainkan PhD by position. Artinya, temen-temen melamar posisi kerja sebagai doctoral researcher atau research assistant. Kalau diterima, temen-temen menandatangani kontrak kerja, menerima gaji bulanan, terdaftar dalam sistem asuransi sosial, dan secara hukum berstatus sebagai pegawai. Banyak universitas dan institute riset di Austria bekerja dengan model ini, termasuk University of Vienna, TU Wien, ISTA, dan Vienna BioCenter. Lowongan seperti ini biasanya diumumkan langsung di website institusi, bisa juga lewat portal riset Eropa seperti https://euraxess.ec.europa.eu. Salah satu contoh PhD by position yaitu project dari FWF. Kasusku pribadi itu FWF Cluster of Excellence: microplanet.

Secara finansial, jalur ini sering kali lebih stabil dibanding beasiswa klasik. Tapi secara konsep, ini bukan scholarship. Ini pekerjaan yang mengandung komponen studi doktoral. Perbedaan ini penting, karena berpengaruh ke visa, pajak, dan ekspektasi kerja bagai kuda. Jadi status legalnya ada 2 yaitu sebagai PhD student untuk mendapatkan gelar doktoral, dan sebagai PhD researcher untuk status kerjanya.

Jadi, kalau diringkas tanpa disederhanakan berlebihan, Austria menawarkan banyak jalur pendanaan, tapi tidak dalam satu format yang seragam. Untuk S2, Erasmus Mundus adalah pintu paling jelas. Untuk S3, ada kombinasi antara beasiswa riset seperti Ernst Mach Grant, program bilateral, dan jalur employment yang justru paling lazim.

Mungkin pertanyaan yang lebih tepat bukan lagi “beasiswanya apa”, tapi “aku mau datang sebagai apa”. Mahasiswa dengan grant, atau peneliti dengan kontrak. Begitu itu jelas, peta Austria biasanya mulai masuk akal dengan sendirinya.

Di tulisan selanjutnya, aku ingin bahas bagaimana latar belakang akademik dan pengalaman riset bisa mendorong temen-temen ke salah satu jalur ini, dan kenapa tidak semua jalur cocok untuk semua orang.

Sampai jumpa di blog berikutnya, salam hangat.

Edo

Edo Danilyan
Edo Danilyan
PhD Researcher

Interested in data science.